NAMA :
RIFQI RAMADHAN DANISWARA
NPM :
16512357
KELAS :
3 PA 10
“TUGAS
1 PSIKOLOGI MANAJEMEN”
I. Psikologi Manajemen
a. Pengertian Psikologi Manajemen
Psikologi manajemen
adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk
memenuhi kebutuhan, atau dapat diartikan psikologi menajemen adalah satu studi
tentang tikah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan
fungsi-fungsi manajeman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen
dalam bahasa Inggris “management”
dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti
mengurusi atau mengelola.
Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu
orang-orang yang melakukan kegiatan memimpin, disebut “manajer”. Pengertian
Manajemen adalah suatu
rangkaian proses yg meliputi
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan
pengendalian dalam rangka memberdayakan
seluruh sumber daya organisasi/ perusahaan, baik sumber daya manusia (human
resource capital), modal (financial capital), material (land, natural resources
or raw materials), maupun teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan
organisasi/ perusahaan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah “penggunaan
sumber daya secara efektif mungkin untuk mencapai sasaran”. Berikut dikutip
dan dijelaskan pengertian manajemen dan pendapat-pendapat para ahli:
Menurut Robbins
dan Coulter (2007)
manajemen adalah proses pengoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan
sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara
efisien dan efektif
dengan dan melalui
orang lain. Efisiensi
mengacu pada memperoleh
output terbesar dengan
input terkecil; digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu
secara benar.” Sedangkan efektivitas mengacu pada menyelesaikan kegiatan-kegiatan
sehingga sasaran organisasi dapat tercapai; digambarkan sebagai “melakukan
segala sesuatu yang benar.”
Menurut
Heene dan Desmidt
(2010) manajemen adalah
serangkaian aktivitas
manusia yang berkesinambungan dalam
mencapai suatu tujuan
yang telah ditetapkannya.
c.
Fungsi Manajemen
Pada dasarnya ada 5 buah fungsi utama
manajemen, yaitu :
o
Fungsi Planning (Fungsi Perencanaan Manajemen)
Fungsi planning merupakan
fungsi yang pertama, fungsi planning adalah aktivitas untuk menyusun,
merencanakan apa yang menjadi tujuan perusahaan serta bagaimana cara untuk
mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan atau planning dilakukan pada
awal pembentukan perusahaan. Planning penting dilakukan untuk menentukan tujuan
perusahaan. Menetapkan tujuan itu penting, karena tanpa adanya tujuan yang
jelas, maka aktivitas perusahaan juga tidak akan meningkat. Disinilah peran
pemimpin/manager diperlukan. Manager harus bisa mengevaluasi langkah-langkah
strategis yang dipilih untuk mencapai tujuan tersebut.
o
Fungsi Organizing (Fungsi Pengorganisasian Manajemen)
Fungsi manajemen yang
kedua adalah fungsi mengorganisasi. Suatu manajemen itu ada obyeknya. Disini
organisasi atau perusahaan itu salah satu obyek yang dimanage agar teratur dan
mudah untuk mencapai tujuan. Fungsi Organizing adalah fungsi yang mengatur
segala sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya
lainnya. Supaya sumber daya tersebut dapat berfungsi ditempat yang tepat serta
mampu melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal, guna mencapai tujuan
perusahaan yang telah ditetapkan.
Bahasa mudahnya, organizing adalah proses
membentuk kelompok terutama karyawan yang ada guna memudahkan untuk
mengoptimalkan segala potensi yang ada. Proses organizing ini sangat membantu
bagi manager perusahaan untuk mengelola perusahaan, karena lebih mudah dalam
melakukan fungsi pengawasan.
o
Fungsi Staffing
Staffing ini sebenarnya
tidaklah jauh berbeda dengan organizing. Karena pada intinya adalah menampatkan
orang di tempat yang tepat. Tetapi, staffing ini tidak melulu soal tenaga kerja
saja. Tetapi lebih ke semua sumber daya yang ada, seperti peralatan,
inventaris, dll. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena, terkadang 1 divisi
tidak terlalu membutuhkan barang A misal, tetapi divisi lain sangat
membutuhkannya.Jadi, sangat penting bisa mengetahui kebutuhan apa saja yang
harus dipenuhi di setiap unit.
o
Fungsi Coordinating (Pengarahan / Mengkoordinasi)
Fungsi Coordinating juga biasa disebut dengan
fungsi Directing, yang artinya sama yaitu mengarahkan. Jadi, Coordinating atau
directing adalah fungsi yang bertujuan untuk meningkatakan keefektivitasan
serta efisiensi kerja yang optimal.
Directing alias fungsi pengarahan
merupakan fungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan
optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang dinamis, sehat dan yang
lainnya. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada fungsi pengarahan:
1. Menerapkan dan mengimplementasikan proses
kempimimpinan, pembimbingan serta motivasi kepada para pekerja supaya dapat
bekerja dengan nyaman, baik dan tentunya maksimal. Sehingga mampu mencapai
target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
2.
Memberikan tugas beserta penjelasannya secara rutin yang berhubungan
dengan pekerjaan
3.
Menjelaskan tentang semua kebijakan yang telah berlaku dan ditetapkan.
Diluar itu, fungsi directing juga
memerlukan seorang pemimpin/manager yang mumpuni. Karena, pasti ditengah jalan
ada aja masalah yang dihadapi oleh pegawai. Karena itulah, diperlukan sosok
pemimpin yang mampu mengayomi dan memberikan solusi jikalau problem-problem
terjadi saat dijalan.
o
Fungsi Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)
Terakhir adalah fungsi
controlling, fungsi ini adalah fungsi yang bertugas menilai apakah pekerjaan
yang dilakukan oleh SDM yang ada sudah mencapai target atau belum. Controlling
ini sangat penting dilakukan, karena akan menentukan apakah kualitas dari
layanan atau produk tersebut terjaga atau tidak.
II. Perencanaan/ Planning
a.
Pengertian Perencanaan/ Planning
Perencanaan adalah
sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu
periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan menurut Bintoro Tjokroaminoto
dalam Husaini Usman (2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan
secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Prajudi Atmosudirjo dalam
Husaini Usman (2008:60) juga berpendapat bahwa
perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan
dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan,
bilamana, di mana, dan bagaimana cara melakukannya.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa perencanaan adalah serangkaian tindakan yang akan dilakukan
untuk masa mendatang dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
b. Langkah-langkah
dalam menyusun planning
Langkah-langkah dalam
perencanaan, dimana secara garis besarnya terdiri dari empat langkah dasar
perencanaan yang bisa diterapkan untuk semua tipe jenajang organisasi/ lembaga/
institusi. Langkah-langkahnya antara lain adalah :
Ø
Menetapkan sasaran
Kegiatan perencanaan
dimulai dengan menetapkan apasaja yang ingin dicapai oleh organisasi, tanpa
dasar yang jelas, sumber daya yang ada akan meluas menyebar dengan menetapkan
prioritas dan merinci serta mengkalkulasi sasaran secara jelas maka organisasi
dapat mengarahkan sega sumber daya yang lebih efektif dan efisien serta tepat
guna dan tepat sasaran. Tugas pokok dan fungsi harus sudah ada, jika sudah
memiliki tupoksi yang jelas, maka akan semakin memudahkan untuk membuat sasaran
yang bisa dipakai untuk satu tahun kedepan maupun sasaran yang ingin dicapai
dalam lima tahuan kedepan.
Ø
Merumuskan Posisi Organisasi
Posisi organisasi saat
ini diman pimpinan harus tahu dengan posisi organisasinya saat ini. Sumber daya
apa yang dimiliki organisasinya saat ini. Barulah rencana dapat disusun setelah
diketahui posisi organisasinya, kekuatan-kekuatan yang akan melaksanakan dari
apa-apa yang telah direncanakan dengan mengetahui keuangan dan statistic
organisasi saat ini.
Ø
Mengidentifikasi berbagai factor
faktor-faktor pendukung dan penghambat
selanjutnya perlu diketahui factor-faktor baik dari dalam maupun yang datang
dari luar yang diperkirakan dapat membantu dan mendukung serta yang menghambat
organisasi untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Diakui mengetahui
lebih mudah keadaan yang terjadi saat ini dibandingkan meramal peluang yang
akan didapat di masa yang akan datang. Dan unsure utama dalam perencanaan yang
paling sulit adalah melihat kedepan. Namun biarbagaimanapun harus ditunjang
dengan sikap optimis.
Ø
Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran
Langkah terakhir dalam
menyusun perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternative atau
langkah yang diambil untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, mengevaluasi
alternative ini dengan memilih mana yang baik dan mana yang dianggap cocok dan
memuaskan.
Namanya juga rencana,
namanya juga perencanaan. Segala sesuatu bisa saja terjadi sehingga apa yang
telah kita rencanakan menjadi terkendala oleh beberapa faktor x, namun kita
harus optimis dan berusaha untuk mewujudkan apa yang kita rencanakan adalah
untuk sebuah keberhasilan. Ada sebentuk kepuasan batin jika apa yang telah kita
rencanakan akan berjalan mulus dan sesuai dengan apa yang telah kita
rencanakan.
c. Manfaat Planning dalam Manajemen
Beberapa manfaat dari perencanaan adalah:
1. Dipakai
sebagai alat pengawasan daan pengendalian kegiatan sehari-hari perusahaan.
Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan para pelaksana untuk
mengetahui apakah tindakan mereka menyimpang atau sesuai dengan rencana.
2. Dengan
adanya perencanaan yang disusun (tentunya sebelum suatu kegiatan dilakukan)
dengan cermat dapatlah dipilih dan ditetapkan kegiatan-kegiatan mana yang
diperlukan dan mana yang tidak.
3. Dengan
adanya rencana, segala kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan teratur
sesuai dengan tahap-tahap yang semestinya.
Referensi:
Ahyari,
Agus. 2001. Managemen
Produksi : Perencanaan sistem
Produksi, Edisi ke 5, Cetakan –4, Jakarta
Assauri,
Sofjan. 2003. Managemen
Produksi, Edisi Revisi,
LPFE Universitas
Indonesia, Jakarta
Charles,
A., Taff. 1996.
Manajemen Transportasi dan
Distribusi Fisis, Terjemanahn Marianus
Sinaga, Jilid I,
Edisi Ketujuh, Cetakan
Ketiga, Erlangga, Jakarta
Handoko, T. Hani. 1984.
Manajemen.Yogyakarta: BPFE
Heizer, Jay & Barry Render. 2004. Operation
Management, Cornel University
Press, Ithaca&London
Herjanto, Eddy. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi, Grasindo,
Jakarta
Nototmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan
Masyarakat (Prinsip-Prinsip Dasar). Jakarta : Rineka Cipta, Cetakan Kedua.
Prawirosentono, Suyadi.
2001. Manajemen Operasi,
Edisi ketiga, Cetakan
I, Bumi Aksara, Jakarta
Rangkuti,
Fredy. 2000. Manajemen
Persediaan. Aplikasi di
Bidang Bisnis, Cetakan Rangkuti Ketiga, PT. Raja Grafindo Persada.,Jakarta
Tampubolon, Manahan
P. 2004 Manajemen
Operasional, Ghalia Indonesia, Jakarta
Usman, Husaini. 2011. Manajemen : teori,
praktik, dan riset pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
No comments:
Post a Comment