Nama :
Rifqi Ramadhan Daniswara
NPM :
16512357
Kelas : 3 PA 06
Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi ialah perawatan dengan menggunakan alat psikologis terhadap
permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional, yang mana seorang ahli secara
sengaja menciptakan hubungan profesional dengan pasien, yang bertujuan:
(1)
Menghilangkan, mengubah atau
menurunkan gejala-gejala yang ada.
(2)
Mengetahui (perbaikan) pola tingkah
laku.
Psikoterapi
meluas ke berbagai bidang kehidupan seperti hubungan sosial dan kemasyarakatan,
sehingga Psikoterapi juga menangani kerusakan hubungan antarmanusia. Dengan
demikian Psikoterapi sukar sekali atau bahkan tidak mungkin diterapkan secara
murni “ilmiah”, tanpa melibatkan filsafat dan agama. Hubungan antar manusia
melibatkan norma-norma, nilai-nilai, etika, moral, kepercayaan, kehidupan,
kebudayaan. Dasar Psikoterapi, yaitu untuk menentukan arah pengolahan
kepribadian klien dan melandasi pandangan tentang hakikat manusia dan tujuan
hidupnya. Hubungan antara klien dan ahli Psikoterapi dalam perawatan merupakan
hubungan antara dua kepribadian yang tidak terlepas dari kehidupan filsafat dan
rohaniahnya masing-masing.
Tujuan
serta Unsur Psikoterapi
Ada lima tujuan
psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau
lebih di antara tujuan-tujuan itu. Kelima tujuan tersebut dapat diutarakan di
bawah ini.
1.
Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu
yang mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi, pola-pola pikiran yang
destruktif, atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis
berusaha mengubah pikiran-pikiran ini dan memberikan ide-ide atau informasi
baru, dan membimbing individu-individu tersebut untuk menemukan
pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah mereka sendiri.
2.
Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang
mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang sangat tidak menyenangkan.
Dengan mendorong pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan
memberikan suatu lingkungan yang menunjung, para terapis membantu mereka
menggantikan perasaan-perasaan tersebut, seperti perasaan putus asa dan
perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan
percaya akan diri sendiri.
3.
Tingkah laku-tingkah laku yang kalut.
Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah
laku-tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien-pasien
mereka menghilangkan tingkah laku-tingkah laku yang mengganggu itu dan
membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
4.
Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan
situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien-pasien memperbaiki hubungan
mereka dengan keluarga, teman-teman, dan kolega-kolega seprofesi. Mereka juga
membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stress dalam
kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan atau konflik-konflik
keluarga.
5.
Gangguan-gangguan biomedis.
Individu-individu yang mengalami kesulitan kadang-kadang menderita
gangguan-gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah
kesulitan-kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan
masalah-masalah ini pertama tama dengan obat-obatan, dan kadang-kadang dengan
terapi elektrokonvulsif.
Daftar Pustaka
Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta:
Gunung Mulia.
Wade, Carole., Tavris, Carol.
(2008). Psikologi. Jakarta: Erlangga
No comments:
Post a Comment