Thursday, 19 March 2015

Tugas Softskill 1 - Pengertian, Tujuan, dan Unsur Psikoterapi



Nama  : Rifqi Ramadhan Daniswara
NPM   : 16512357
Kelas   : 3 PA 06
Pengertian Psikoterapi
    Psikoterapi ialah perawatan dengan menggunakan alat psikologis terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional, yang mana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan profesional dengan pasien, yang bertujuan:
(1)   Menghilangkan, mengubah atau menurunkan gejala-gejala yang ada.
(2)   Mengetahui (perbaikan) pola tingkah laku.
Psikoterapi meluas ke berbagai bidang kehidupan seperti hubungan sosial dan kemasyarakatan, sehingga Psikoterapi juga menangani kerusakan hubungan antarmanusia. Dengan demikian Psikoterapi sukar sekali atau bahkan tidak mungkin diterapkan secara murni “ilmiah”, tanpa melibatkan filsafat dan agama. Hubungan antar manusia melibatkan norma-norma, nilai-nilai, etika, moral, kepercayaan, kehidupan, kebudayaan. Dasar Psikoterapi, yaitu untuk menentukan arah pengolahan kepribadian klien dan melandasi pandangan tentang hakikat manusia dan tujuan hidupnya. Hubungan antara klien dan ahli Psikoterapi dalam perawatan merupakan hubungan antara dua kepribadian yang tidak terlepas dari kehidupan filsafat dan rohaniahnya masing-masing.

Tujuan serta Unsur Psikoterapi
Ada lima tujuan psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau lebih di antara tujuan-tujuan itu. Kelima tujuan tersebut dapat diutarakan di bawah ini.

1.      Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi, pola-pola pikiran yang destruktif, atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis berusaha mengubah pikiran-pikiran ini dan memberikan ide-ide atau informasi baru, dan membimbing individu-individu tersebut untuk menemukan pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah mereka sendiri.
2.      Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang sangat tidak menyenangkan. Dengan mendorong pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan memberikan suatu lingkungan yang menunjung, para terapis membantu mereka menggantikan perasaan-perasaan tersebut, seperti perasaan putus asa dan perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan percaya akan diri sendiri.
3.      Tingkah laku-tingkah laku yang kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah laku-tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien-pasien mereka menghilangkan tingkah laku-tingkah laku yang mengganggu itu dan membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
4.      Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien-pasien memperbaiki hubungan mereka dengan keluarga, teman-teman, dan kolega-kolega seprofesi. Mereka juga membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stress dalam kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan atau konflik-konflik keluarga.
5.      Gangguan-gangguan biomedis. Individu-individu yang mengalami kesulitan kadang-kadang menderita gangguan-gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah kesulitan-kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan masalah-masalah ini pertama tama dengan obat-obatan, dan kadang-kadang dengan terapi elektrokonvulsif.


Daftar Pustaka
Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Wade, Carole., Tavris, Carol. (2008). Psikologi. Jakarta: Erlangga

No comments:

Post a Comment